Post Icon

Peran pemasaran Dalam Masyarakat dan Perusahaan

Nama  : Riki Dwi Hartono
NPM   : 16211208
Kelas : 1EA16

Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.Sebagai contoh, pelanggan mungkin percaya sebuah perusahaan yang dinamis dan kreatif berdasarkan pesan iklan tersebut.

- Dalam Masyarakat -
   
Pada level marketing yang lebih luas memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Manfaat ini termasuk: Mengembangkan produk yang memuaskan kebutuhan, termasuk produk yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Menciptakan lingkungan yang kompetitif yang membantu harga produk yang lebih rendah
Mengembangkan sistem distribusi produk yang menawarkan akses ke produk untuk sejumlah besar pelanggan dan banyak wilayah geografis
Membangun permintaan untuk produk yang memerlukan organisasi untuk memperluas tenaga kerja mereka
Menawarkan teknik yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan bahwa perubahan perilaku sosial dengan cara yang positif (misalnya, iklan anti rokok)

PERILAKU KONSUMEN

Perilaku Konsumen: Deskripsi dan Model
Pemahaman perilaku konsumen baik konsumen akhir maupun pembeli industrial adalah sangat penting bagi pemasar. Keputusan konsumen dalam pembeliannya ditempuh melalui suatu proses, mulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, pengevaluasi alternatif, pengambilan keputusan beli, sampai pada evaluasi pasca beli. Proses keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik yang ada pada diri konsumen, seperti persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan, motivasi, kepribadian, pengalaman, dan konsep diri, maupun faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, seperti budaya, sub-budaya, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, faktor situasional, nilai, norma, dan peran sosial, serta bauran pemasaran. Proses keputusan tersebut didasarkan pada sifat-sifat konsumen yang rasional.
Dalam pasar industrial, keputusan pembeliannya diambil juga melalui suatu proses, yaitu :
(1) mengenali masalah (kebutuhan)
(2) menentukan karakteristik produk dan jumlah yang diperlukan (3) mendeskripsikan spesifikasi produk dengan tepat dan kebutuhan kritisnya
(4) mencari dan menentukan kualifikasi sumber-sumber yang potensial
(5) menerima dan menganalisis usulan
(6) mengevaluasi usulan dan menyeleksi pemasokan
(7) memilih dan melakukan pemesanan
(8) mengadakan umpan-balik kinerja dan evaluasi.
Sedangkan situasi pembeliannya dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu:
* pembelian tugas baru
* pembelian ulang
* pembelian ulang langsung.
Setiap pembeli industrial mempunyai pilihan pendekatan dalam pembeliannya, di antaranya adalah inspeksi, penyampelan, deskripsi, dan kontrak dengan negosiasi.
Motif utama dalam pembahasan perilaku beli konsumen maupun industrial adalah memahami proses keputusan tersebut, di samping perusahaan harus mempunyai posisi yang baik untuk memberikan informasi yang tepat kepada konsumen yang tepat pada waktu yang tepat. Model perilaku konsumen tersebut sangat membantu untuk mengarahkan kegiatan pemasaran agar dapat melayani konsumen maupun pembeli.

- Dalam Perusahaan -

Anggapan pemasar yang beroroentasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing perusahaan (persaingan pasar) bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang bersaing (kompetitif) untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggannya. Fokus kegiatan perusahaan adalah disamping berusaha memahami perilaku konsumen dan juga berusaha memahami perilaku pesaing untuk dapat mengatasi persaingan.
Perkembangan konsep pemasaran mencerminkan penekanan kepentingan perusahaan atas bisnisnya. Perusahaan yang mempunyai konsep produksi, konsep produk, dan konsep penjualan mempunyai kepentingan (orientasi) internal perusahaan lebih dominan. Perubahan
pada konsep berikutnya menggeser tidak hanya berorientasi terhadap internal perusahaan tetapi juga memperhatikan kepentingan pihak eksternal yaitu pelanggan dan kesejahteraan sosialnya. Pada orientasi eksternal, pergeseran ke konsep pasar berarti menambah perhatian perusahaan tidak hanya mendasarkan kepentingan perusahaan dan pihak pelanggan saja, tetapi juga memperhatikan kepentingan pihak eksternal yaitu pelanggan dan kesejahteraan sosialnya. Pada orientasi eksternal, pergeseran ke konsep pasar berarti menambah perhatian perusahaan tidak hanya mendasarkan kepentingan perusahaan dan pelanggan saja, tetapi juga perlu memperhatikan kepentingan pesaing. Kepentingan pesaing perlu dipahami agar memberikan peluan bagi perusahaan mampu mengungguli (atau menghindari) pesaing-pesaingnya.  

Daftar pustaka


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar